POLITIK

Sri Bintang: KPK Sudah Mati, Mau Diperbudak

Para pendemo sempat membakar poster bergambar SBY, Boediono, dan Sri Mulyani.

ddd
Senin, 3 Mei 2010, 16:19
Sri Bintang Pamungkas (pegang mik) berdemonstrasi
Sri Bintang Pamungkas (pegang mik) berdemonstrasi (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews - Magnet skandal Century masih kuat menyedot perhatian publik. Sejak menangani kasus itu Komisi Pemberantasan Korupsi kerap menjadi sasaran demonstran. Siang ini, puluhan aktivis menggelar aksi di depan KPK.

"Kami ke sini tidak menuntut apa-apa. Tapi, menyatakan bahwa KPK sudah mati, nyatanya mau diperbudak Sri Mulyani," ujar salah seorang demonstran, Sri Bintang Pamungkas, Senin 3 Mei 2010.

Sri Bintang menyesalkan KPK tidak memeriksa Sri Mulyani di Kantor KPK, tapi di Kantor Kementerian Keuangan. Padahal, sejumlah pejabat negara, meskipun masih tahap penyelidikan tetap diperiksa di KPK.

Pantauan VIVAnews, demonstran mendatangi gedung Komisi sekitar pukul 14.00. Mereka menggelar mimbar bebas dan bergantian orasi di depan gedung, pinggir Jalan Rasuna Said. Tampak berkibar bendera warna hijau bertuliskan "Rakyat Bergerak".

Di tengah aksi mereka berusaha membakar poster bergambar SBY, Boediono, dan Sri Mulyani yang dibuat dari karton. Baru disulut, petugas kepolisian yang memagar betis gerbang KPK bergerak cepat. Api dipadamkan dan poster berbentuk tubuh bagian atas wakil presiden dan menteri keuangan itu direbut dan diamankan.

Sampai berita ini ditulis, demonstrasi masih berlangsung. Selain Sri Bintang, aktivis yang tampak dalam barisan massa, Haris Rusly Motti yang juga aktivis Petisi 28, dan Hatta Taliwang yang pernah menggagas Kongres PAN Legal.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan pemeriksaan orang yang dimintai keterangan di kantor orang tersebut bukan hanya untuk Sri Mulyani dan Boediono.

Sebelumnya beberapa pejabat dimintai keterangan di kantor masing-masing. "KPK melakukan penyelidikan di kantor orang tidak sekali ini saja," ujar Johan. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
anti sri mulyani
04/05/2010
yang berpikiran sempit itu sri muyani...karena mengabaikan begitu saja permintaan kpk..merasa superior padahal kantornya juga berkinerja jelek...kinerja direktorat jenderal pajak itu masih jauh lebih buruk dibanding KPK..dan KPK pun mengundang sri mulyani
Balas   • Laporkan
mafia
04/05/2010
Sri bintang adalah pahlawan kesiangan kalau menurut saya..... coba saja kl dia ditawari posisi pasti nggih mboten dech, karna selama ini dia minta posisi nya jadi RI-1 mana mau yang lain ngasih he.e.e.eee
Balas   • Laporkan
citraksi
04/05/2010
kok sepertinya pernah dengar nama Sri Bintang Pamungkas...siapa ya..ha ha ha wong orang pinter kok masih mau dibodoh-bodohi...menuduh orang tanpa dasar...kalau cuman teriak2 itu saja..anak sd saja bisa pak...gak usah gelar doktor...
Balas   • Laporkan
anto
03/05/2010
dasar aktivis berpikiran sempit dan tidak beretika,bisanya memfitnah dan menghujat orang lain.
Balas   • Laporkan
raka_design06
03/05/2010
Sri Bintang Pamungkas lah orang telah diperbudak oleh arogansi, kebodohan dan honor demo. Demi tujuan pihak-pihak tertentu, sri bintang rela melakukan fitnah keji pada orang2 yang jelas belum terbukti bersalah, dan sri bintang juga telah meremehkan kerja
Balas   • Laporkan
kei
03/05/2010
Saya kira tindakan KPK sudah benar dengan memeriksa ibu Sri Mulyani di kantornya. Sebab aturan yang berlaku kan KPK uangnya dari Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani. Jadi wajar-wajar sajalah...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id