POLITIK

Mantan Dirut PLN Eddie Widiono Jadi Tersangka

Proyek sistem komputerisasi untuk pelayanan terhadap pelanggan, CIS-RISI.

ddd
Minggu, 21 Maret 2010, 10:10
 
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddie Widiono sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam dugaan korupsi sebuah pembangunan proyek sistem komputerisasi untuk pelayanan terhadap pelanggan, CIS-RISI.

Informasi ini dikumpulkan VIVAnews dari dua sumber, Minggu 21 Maret 2010. "Sejak 24 Februari lalu," kata sumber itu.

Sumber lain membenarkan hal ini. Dia mengatakan kasus ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi PLN di Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi juru bicara KPK Johan Budi SP belum bisa memberikan kepastian. "Saya harus pastikan ke bagian penindakan," kata dia.

Proyek ini dikerjakan oleh Politeknik ITB dan kemudian dialihkan ke PT Netway Utama. Padahal, dalam perjanjian, Politeknik ITB melarang adanya subkontrak. Eddie pernah dimintai keterangan dalam kasus ini beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, KPK juga mengusut kasus dugaan korupsi proyek customer management system di PLN Distribusi Jawa Timur. KPK sudah menetapkan Direktur PLN Luar Jawa Bali, Haryadi Sardono, sebagai tersangka. Haryadi diduga telah merugikan negara Rp 80 miliar.

Hariyadi Sadono ditetapkan sebagai tersangka kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp 80 miliar. Hariyadi dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK juga telah menggeledah ruangan Haryadi di Kantor Pusat PLN.

Dalam mengusut kasus ini, KPK sudah pernah memeriksa pihak ITB dan menggeledah kantor PLN Lampung.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tukangsemir
08/04/2010
@ juhni mirza saya amati komentar-komentar anda selama ini di berbagai portal/ website berita. dan rata-rata sama isinya, yaitu anda mengusulkan KPK Dibubarkan.. saya tidak paham dengan maksud anda, tapi secara subyektif saya menilai anda ini termasuk or
Balas   • Laporkan
nunung
08/04/2010
@ juhni mirza saya amati komentar-komentar anda selama ini di berbagai portal/ website berita. dan rata-rata sama isinya, yaitu anda mengusulkan KPK Dibubarkan.. saya tidak paham dengan maksud anda, tapi secara subyektif saya menilai anda ini termasuk
Balas   • Laporkan
Juhni Mirza
21/03/2010
KPK jangan arogan ! Jangan asal menetapkan orang jadi tersangka hanya semata-mata untuk mencari populeritas. Menurut saya Edhi Wiyono tidak bdapat disalahkan karena sebagai Dirut dia tidak mungkin mengetahui semua persoalan di perusahan secara detail. K
Balas   • Laporkan
Tarkoni
21/03/2010
awasi tuh proyek2 berbau komputerisasi/IT di semua instansi, biasanya merupakan ''bantuan (utang) luar negeri''....... tahun pertama komputerisasi selesai, pertanggungan jawab keuangan selesai, tahun kedua komputenya pada rusak, tahun ketiga komputeriras
Balas   • Laporkan
Isman
21/03/2010
Ini ada informasi lagi, jika kita membayar tagihan listrik tertera tagihan untuk enat siapa saya juga tidak tahu senilai lebih kurang 1600 s/d 2000,-. ( katanya untuk pihak ketiga). Mohon ditelusuri dan khabarnya semua konsumen dikenakan tagihan ini, teri
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id